PROFIL KEDWIBAHASAAN SISWA SEKOLAH DASAR KELAS VI SDN 1 MIRI KABUPATEN PONOROGO

Gio Mohamad Johan

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya bahasa daerah yang digunakan oleh siswa kelas VI Kabupaten Ponorogo. Penggunaan bahasa daerah yang beragam ini menjadi hal yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memeroleh gambaran mengenai profil kedwibahasaan siswa kelas VI Kabupaten Ponorogo. Kedwibahasaan merupakan fenomena yang dapat dianalogikan seperti koin mata uang dengan dua sisi yang berbeda, di satu sisi kedwibahasaan merupakan suatu hal yang dipandang positif karena hal tersebut menandakan keberagaman bahasa yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Di sisi lain, kedwibahasaan menjadi hal yang dikhawatirkan karena dapat merusak sutau sistem bahasa dengan munculnya kontak bahasa oleh penutur bahasa yang dapat menimbulkan interferensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuanitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI Kabupaten Ponorogo. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan lembar angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitaif dengan rumus persentase. Hasil penelitian ini berupa data mengenai profil kedwibahasaan siswa kelas VI Kabupaten Ponorogo yang merupakan dwibahasawan, bahkan ada yang multiahasawan dan pengaruhnya terhadap pembelajaran. Demikian pada akhirnya, kedwibahasaan merupakan suatu hal yang wajar terjadi dengan kondisi masyarakat di sekitar Ponorogo dengan bahasa daerah yang beragam.

 

Kata Kunci:  kedwibahasaan, siswa, sekolah dasar

 

Abstract

This research is motivated by the variety of regional languages used by grade 6 students of SDN Miri Ponorogo District. The use of diverse regional languages has become an interesting subject for further investigation. In addition, this study also aims to obtain a picture of the billingualism profile  of class VI SDN Miri Ponorogo District. Bilingualism is an analogous phenomenon like a coin of a currency with two different sides, on the one hand bilingual is a thing that is considered positive because it signifies the diversity of language owned by a particular group of people. On the other hand, bilingualism is a concern because it can damage a language system with the emergence of language contacts by language speakers that can cause interference. This research uses a descriptive quantitative approach. Subjects in this study are the students of grade 6 SDN Miri Ponorogo District. Instruments used in this study are interview guides, observation sheets, and questionnaires. Data analysis techniques used in this study using quantitative data analysis techniques with the formula percentage. The results of this study in the form of data about the billingualism profile of class VI SDN Miri Ponorogo which is a billingual, there are even multilingual and its influence on learning. So in the end, bilingual is a natural thing happened with the condition of people around Ponorogo with diverse regional languages.

 

Keywords: billingualism, student, elementary school

Full Text:

PDF

References


Chaer, A. dan Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta:

Rineka Cipta.

Hartati, T. (2010). “Pendidikan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Kedua”.

Makalah pada Seminar Antarbangsa (Internasional) Pendidikan

Bahasa Melayu Serantau, Beijing.

Johan, G. M. (2017). Identifikasi Kedwibahasaan Siswa: Implementasi Studi Kebahasaan

Di Sekolah Dasar. Tunas Bangsa, 4(1).

Johan, G. M., & Ghasya, D. A. V. (2017). Analisis Kesalahan Morfologis dalam Proses

Diskusi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Visipena, 8(1).

Johan, G. M., & Simatupang, Y. J. (2018). ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA

INDONESIA SECARA SINTAKTIS DALAM PROSES DISKUSI SISWA KELAS IV

SDN MIRI. Jurnal Visipena, 8(2).

Johan, G. M., & Rindawati, R. (2018). INTERFERENSI MORFOLOGIS BAHASA

SIMEULUE DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI PADA

SISWA KELAS V SD NEGERI 10 SIMEULUE TENGAH. Jurnal Metamorfosa, 6(1).

Magdalena, J. and Alejandra, C. (2013). Reflections on the Process of Bilingual

Education in Latin America: A Perspective from Globalization. GIST

Education and Learning Research Journal. 7. 230-244. Retrieved from

http://www.eric.ed.gov/

Noer, N. M., & Johan, G. M. (2013). Interferensi Kosakata Bahasa Cirebon Terhadap

Bahasa Indonesia Dalam Karangan Siswa Sekolah Dasar. pedagogik-pendas, 314.

Pranowo. (2014). Teori Belajar Bahasa. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Setyawati, N. (2010). Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka.

Suwito. (1983). Pengantar Awal Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Surakarta:

Henary Offset.

Weinreich, U. (1970). Languages in Contact. Findings and Problems. Cetakan ke-7.

Paris: Mouton.


Article Metrics

Abstract views: 98   PDF views: 111