HUBUNGAN KEDEWASAAN DINI DAN PERILAKU PACARAN TERHADAP KEMATANGAN EMOSI PELAJAR SEKOLAH DASAR

Rif’ah Purnamasari

Abstract


Usia dewasa adalah fase individu mencapai kematangan kognisi dan perilaku. Usia dewasa dianggap sebagai perkembangan yang sudah memasuki pertumbuhan penuh atau sempurnasetelah melewati fase-fase perkembangan. Kedewasaan dini adalah fenomena yang tercipta diakibatkan oleh arus percepatan teknologi dan informasi yang mempengaruhi perilaku individu usia anak-anak sebelum mencapai kematangan kognisi dikarenakan usianya belum mencapai fase dewasa namun sudah berperilaku layaknya orang dewasa. Perilaku pacaran yang dilakukan oleh anak sekolah dasar bukanlah karena anak tersebut sudah mencapai kematangan emosinya namun suatu keadaan yang mengarahkan anak yang sedang dalam masa pubertas serta dipengaruhi oleh berbagai stimulus seperti tayangan percintaan di televisi, video pornografi, media social, kecanggihan handphone dan lain sebagainya sehingga mendorong anak merealisasikan imajinasinya dengan membuat hubungan kepada lawan jenis. Fase anak-anak sekolah dasar adalah fase anak mudah meniru terhadap apa yang diidolakannya. Untuk itu stimulus yang pantas diberikan kepada anak-anak adalah tayangan positif yang dapat menjadi tauladan bagi ank-anak. Kematangan emosi rendah dengan membuat suatu komitmen  kepada lawan jenis menyebabkan banyak factor yang dapat merugikan dirinya sendiri seperti perbuatan yang mengarah kepada tindakan asusial, hamil diluar nikah dan aborsi. Dampak jangka panjangnya adalah anak-anak akan kehilangan masa depannya meraih dan menggapai cita-cita.

 

Kata Kunci : Kedewasaan Dini, Perilaku Pacaran, Kematangan Emosi

 

Abstract

Adult age is the individual phase reaching maturity of cognition and behavior. Adult age is considered as a development that has entered full or perfect growth after passing through the phases of development. Early maturity is a phenomenon that is created due to the current acceleration of technology and information that affects the behavior of individual age children before reaching cognitive maturity because his age has not reached the adult phase but has behaved like an adult. Dating behavior carried out by elementary school children is not because the child has reached his emotional maturity but a condition that directs a child who is in puberty and is influenced by various stimuli such as television shows, pornographic videos, social media, mobile sophistication and so on so that encourage children to realize their imagination by making connections to the opposite sex. The phase of elementary school children is the child's phase easily imitates what he idolizes. For this reason, the appropriate stimulus given to children is positive impressions that can be a role model for children. Low emotional maturity by making a commitment to the opposite sex causes many factors that can harm themselves such as actions that lead to illegal actions, pregnancy outside of marriage and abortion. The long-term impact is that children will lose their future to reach and reach their dreams.

 

Keywords : Early Maturity, Dating Behavior, Emotional Maturity

Full Text:

PDF

References


Dr. Ernawulan Syaodih, M. P. (n.d.). Psikologi Perkembangan. 21.

Dra. Gantina Komalasari, M. E. (2016). Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: Index.

Elfi Mu'awanah, S. M. (2009). Bimbingan Konseling Islami Di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Elfi Yuliani Rochmah, M. (2005). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: STAIN Ponorog Press.

Ellsadayna, T. N. (2014). Retrieved from ellsadayna.blogspot.com: http://ellsadayna.blogspot.com/2014/06/proposal-penelitian-perilaku-pacaran.html

Hurlock, E. (1994). Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Lis Binti Muawanah, H. P. (2012). KEMATANGAN EMOSI, KONSEP DIRI DAN KENAKALAN REMAJA. JURNAL PSIKOLOGI VOLUME 7, NO.1, 492.

Monks, F. J. (1996). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rahmi, A. (2013). Pengenalan Literasi Media Pada anak Usia Sekolah Dasar. SAWWA – Volume 8, Nomor 2, 264.

Vusvi Eka Sari Zendrato, M. K. (2016). HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENONTON SINETRON PERCINTAAN DENGAN PERILAKU PACARAN PADA SISWA- SISWI YAYASAN ISLAMIYAH DI SMA ETHIKA PALEMBANG. PSIKIS-Jurna Psikologi Islami Vol. 2 No. 2, 177.


Article Metrics

Abstract views: 41   PDF views: 82